Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memutuskan untuk menghentikan Kurikulum 2013/2014 yang dirancang oleh pemerintah sebelumnya. Penghentian itu dilakukan karena banyak sekolah yang belum siap dengan kurikulum yang baru.
Seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabiner Republik Indonesia, terkait hal tersebut, Mendikbud sudah mengirimkan surat kepada seluruh kepala sekolah di Indonesia pada hari Jumat 5 Desember 2014.
Dalam surat tersebut, Anies menjelaskan bahwa pemerintah menghadapi masalah yang tidak sederhana terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang diproses secara cepat dan bahkan sudah dilaksanakan di seluruh tanah air sebelum kurikulum tersebut dievaluasi secara lengkap dan menyeluruh.
"Sesuai hasil evaluasi yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 159 Tahun 2014 tanggal 14 Oktober 2014 telah ditemukan berbagai masalah dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 itu," kata Anies.
Disampaikan Anies, Salah satu masalah tersebut adalah, ketidakselarasan antara ide dengan desain kurikulum hingga ketidakselarasan gagasan dengan isi buku teks, disamping belum meratanya dan tuntasnya pelatihan guru dan kepala sekolah, serta penyediaan buku pun belum tertangani dengan baik.
Menurutnya, setelah memperhatikan rekomendasi Tim Evaluasi Kurikulum 2013 dan setelah berdiskusi dengan pemangku kepentingan, Mendikbud Anies Baswedan memutuskan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkannya satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015.
“Sekolah-sekolah ini supaya kembali ke Kurikulum 2006,” tegasnya.
Adapun bagi sekolah yang telah menerapkan tiga semester Kurikulum 2013, Mendikbud meminta untuk meneruskannya, dan menjadikan sekolahnya sebagai percontohan penerapan Kurikulum 2013. Kata dia, Kemdikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru kita, serta mampu menjadikan proses belajar di sekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa-siswa kita.
“Kami akan bekerja sama dengan Ibu/Bapak untuk mematangkan Kurikulum 2013 sehingga siap diterapkan secara nasional,” jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar