Jumat, 21 November 2014
Sabtu, 15 November 2014
Ini Penyebab Gempa di Maluku Utara
Liputan6.com, Jakarta - Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter mengguncang Halmahera Barat, Maluku Utara pukul 09.31.40 WIB disertai susulan. Gempa juga terjadi di Bolaangmongondow, Sulawesi Utara dengan kekuatan 6,3 SR dan berkedalaman 59 km dan disertai susulan.
Dalam keterangan yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada Sabtu (15/11/2014), berdasarkan analisis dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Irwan Meilano dan Masyhur Irsyam, gempa 7,3 SR terjadi akibat subduksi ganda dari lempeng laut Filipina di timur dan Eurasia di barat pada lempeng Laut Maluku.
Subduksi ganda menghasilkan kompresi barat timur dengan laju 4 cm per tahun. Gempa tadi pagi memiliki mekanisme sesar naik.
Sejarah kegempaan yang pernah terjadi adalah gempa tsunami tahun 1932 dengan kekuatan 8,3 SR dan gempa pada tahun 1858 dengan kekuatan 7,4 SR yang juga menghasilkan tsunami.
Pada peta gempa terbaru, wilayah tersebut memiliki percepatan tinggi. Saat ada peringatan dini, maka waktu yang tersedia untuk evakuasi hanya rata-rata 30 menit setelah gempa.
"Sumber tsunami di Indonesia adalah gempa lokal sehingga waktu evakuasi hanya singkat. Jika ada kepanikan adalah hal yang wajar karena masyarakat langsung merasakan guncangan gempa. Masyarakat juga harus segera mencari tempat yang tinggi untuk evakuasi sementara jika ada peringatan tsunami," tutur Sutopo.
Dalam keterangan yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada Sabtu (15/11/2014), berdasarkan analisis dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Irwan Meilano dan Masyhur Irsyam, gempa 7,3 SR terjadi akibat subduksi ganda dari lempeng laut Filipina di timur dan Eurasia di barat pada lempeng Laut Maluku.
Subduksi ganda menghasilkan kompresi barat timur dengan laju 4 cm per tahun. Gempa tadi pagi memiliki mekanisme sesar naik.
Sejarah kegempaan yang pernah terjadi adalah gempa tsunami tahun 1932 dengan kekuatan 8,3 SR dan gempa pada tahun 1858 dengan kekuatan 7,4 SR yang juga menghasilkan tsunami.
Pada peta gempa terbaru, wilayah tersebut memiliki percepatan tinggi. Saat ada peringatan dini, maka waktu yang tersedia untuk evakuasi hanya rata-rata 30 menit setelah gempa.
"Sumber tsunami di Indonesia adalah gempa lokal sehingga waktu evakuasi hanya singkat. Jika ada kepanikan adalah hal yang wajar karena masyarakat langsung merasakan guncangan gempa. Masyarakat juga harus segera mencari tempat yang tinggi untuk evakuasi sementara jika ada peringatan tsunami," tutur Sutopo.
BMKG menginformasikan, gempa berkekuatan 7,3 skala Richter terjadi pukul 09.31.40 WIB dengan kedalaman 10 km. Lokasinya 1,94 Lintang Utara - 126,50 Bujur Timur. BMKG menyatakan, peringatan tsunami meliputi Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Papua Barat.
Gempa berikutnya terjadi pada pukul 09.31.44 WIB, hanya selisih 4 detik, dengan kekuatan 7,3 SR dengan kedalaman 48 km. Lokasinya berada di 1,95 Lintang Utara - 126,46 Bujur Timur.
Gempa ketiga terjadi pukul 09.43.12 WIB dengan kekuatan 5 SR. Selisih 12 menit dari gempa kedua. Lokasinya 1,99 Lintang Utara - 126,52 Bujur Timur.
Gempa juga mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara bagian selatan, tepatnya di wilayah Bolaang Mongondow pukul 10.08.05 WIB dengan kekuatan 6,3 SR. Lokasinya 0,39 Lintang Selatan - 124,1 Bujur Timur dengan kedalaman 59 km dan tidak berpotensi.
Gempa berkekuatan 5 SR juga terjadi di Bitung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 10 km pada pukul 10.57.02 WIB. Gempa berikutnya berkekuatan 5,1 SR dengan kedalaman 10 km pukul 11.06.04 WIB di Halmahera Barat, Maluku Utara.
Gempa berikutnya terjadi pada pukul 09.31.44 WIB, hanya selisih 4 detik, dengan kekuatan 7,3 SR dengan kedalaman 48 km. Lokasinya berada di 1,95 Lintang Utara - 126,46 Bujur Timur.
Gempa ketiga terjadi pukul 09.43.12 WIB dengan kekuatan 5 SR. Selisih 12 menit dari gempa kedua. Lokasinya 1,99 Lintang Utara - 126,52 Bujur Timur.
Gempa juga mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Utara bagian selatan, tepatnya di wilayah Bolaang Mongondow pukul 10.08.05 WIB dengan kekuatan 6,3 SR. Lokasinya 0,39 Lintang Selatan - 124,1 Bujur Timur dengan kedalaman 59 km dan tidak berpotensi.
Gempa berkekuatan 5 SR juga terjadi di Bitung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 10 km pada pukul 10.57.02 WIB. Gempa berikutnya berkekuatan 5,1 SR dengan kedalaman 10 km pukul 11.06.04 WIB di Halmahera Barat, Maluku Utara.
KHALIFAH SULAIMAN
KHALIFAH SULAIMAN
Allah SWT mengangkatnya sebagai nabi
dan rasul. Setelah Sulaiman cukup umur dan ayahandanya wafat,
Sulaiman diangkat menjadi raja di kerajaan Israil. Ia berkuasa tak hanya
atas manusia, namun juga atas binatang dan makhluk halus
seperti jin dan lain-lain. Baginda dapat memahami bahasa
semua binatang
Istana Nabi Sulaiman sangat indah. Dibangun dengan
gotong royong manusia, binatang, dan jin. Dindingnya terbuat dari batu pualam,
tiang dan pintunya dari emas dan tembaga, atapnya dari perak, hiasan dan ukirannya
dari mutiara dan intan,berlian, pasir di taman
ditaburi mutiara, dan sebagainya.
Kebijaksanaan Sulaiman dapat dilihat melalui berbagai
peristiwa yang dilaluinya. Misalnya, beliau coba mengetengahkan ide kepada
bapaknya, Nabi Daud a.s bagi menyelesaikan perselisihan antara dua pihak, yaitu
antara pemilik kebun dan pemilik kambing.
Walaupun ketika itu usianya masih muda, pendapatnya
bernas. Mulanya Nabi Daud memutuskan pemilik kambing supaya menyerahkan
ternaknya kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi disebabkan ternaknya memasuki
dan merusakkan kebun itu. Sulaiman yang mendengar keputusan bapaknya
menyelanya: “Wahai bapakku, menurut pandanganku, keputusan itu sepatutnya
berbunyi; kepada pemilik tanaman yang telah musnah tanaman diserahkanlah
kambingnya untuk dipelihara, diambil hasilnya dan dimanfaatkan bagi
keperluannya. “Manakala tanamannya yang binasa itu diserahkan kepada pemilik
kambing untuk dijaga sehingga kembali kepada keadaan asal. Kemudian
masing-masing menerima kembali miliknya, sehingga dengan cara demikian
masing-masing pihak tidak ada yang mendapat keuntungan atau menderita kerugian
lebih daripada sepatutnya.” Pendapat yang dikemukakan Sulaiman disetujui kedua
pihak. Malah khalayak ramai yang menyaksikan perbicaraan itu kagum dengan
kebolehan beliau menyelesaikan perselisihan terbabit.
Bertitik tolak daripada peristiwa itu, kewibawaan
Sulaiman semakin tersebar dan ia juga sebagai bibit permulaan kenabian
Sulaiman. Melihat kecerdasan akal yang ditonjolkannya itu, Nabi Daud menaruh
kepercayaan dengan mempersiapkannya sebagai pengganti dalam kerajaan Bani
Israel. Namun, abangnya Absyalum tidak merelakan beliau melangkah lebih jauh
dalam hiraki pemerintahan itu, malah mendakwa dia yang sepatutnya dilantik
sebagai putera mahkota kerana Sulaiman masih muda dan tidak berpengalaman.
Absyalum mau mendapatkan takhta itu dari bapak dan adiknya. Justru, dia mulai
menunjukkan sikap baik terhadap rakyat, dengan segala masalah mereka ditangani sendiri
dengan segera, membuatkan pengaruhnya semakin meluas.
Sampai satu ketika, Absyalum mengistiharkan dirinya
sebagai raja, sekaligus merampas kekuasaan bapaknya sendiri. Tindakannya itu
mengakibatkan huru-hara di kalangan Bani Israel. Melihatkan keadaan itu, Nabi
Daud keluar dari Baitul Maqdis, menyeberangi Sungai Jordan menuju ke Bukit
Zaitun. Tindakannya itu semata-mata mau mengelakkan pertumpahan darah, namun
Absyalum dengan angkuh memasuki istana bapanya. Di Bukit Zaitun, Nabi Daud
memohon petunjuk Allah supaya menyelamatkan kerajaan Bailtul Maqdis daripada
dimusnahkan anaknya yang durhaka itu. Allah segera memberi petunjuk kepada Nabi
Daud, yaitu memerangi Absyalum. Namun, sebelum memulai peperangan itu, Nabi
Daud berpesan kepada tentaranya supaya tidak membunuh anaknya itu, malah jika
boleh ditangkap hidup-hidup. Bagaimanapun, kuasa Allah melebihi segalanya dan
ditakdirkan Absyalum mati juga karena dia mau bertarung dengan tentara
bapaknya.
Kemudian, Nabi Daud kembali ke Baitul Maqdis dan
menghabiskan sisa hidupnya selama 40 tahun di istana itu sebelum melepaskan
takhta kepada Sulaiman. Kewafatan Nabi Daud memberikan kuasa penuh kepada Nabi
Sulaiman untuk memimpin Bani Israel berpandukan kebijaksanaan yang dianugerah
Allah.
Setelah membangunkan Baitul Muqaddis, Nabi Sulaiman menuju
ke Yaman. Tiba di sana, disuruhnya burung hud-hud
(sejenis pelatuk) mencari sumber air. Tetapi burung berkenaan tiada ketika
dipanggil. Ketiadaan burung hud-hud menimbulkan kemarahan Sulaiman. Selepas itu
burung hud-hud datang kepada Nabi Sulaiman dan berkata: "Aku telah
terbang untuk mengintip dan terjumpa suatu yang sangat penting untuk diketahui
oleh tuan..."
Firman Allah, bermaksud: "Maka tidak lama
kemudian datanglah hud-hud, lalu ia berkata; aku telah mengetahui sesuatu, yang
kamu belum mengetahuinya dan aku bawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita
penting yang diyakini.
"Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang
memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana
yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain
Allah..."
Mendengar berita itu, Nabi Sulaiman mengutuskan surat
mengandungi nasihat supaya menyembah Allah kepada Ratu Balqis. Surat itu dibawa
burung hud-hud dan diterima sendiri Ratu Balqis. Selepas dibaca surat
itu, Ratu Balqis menghantarkan utusan bersama hadiah kepada Sulaiman. Dalam al-Quran diceritakan: "Tatkala utusan itu
sampai kepada Nabi Sulaiman, seraya berkata; apakah patut kamu menolong aku
dengan harta?
"Sesungguhnya apa yang diberikan Allah kepadaku
lebih baik daripada apa yang diberikannya kepadamu, tetapi kamu merasa bangga
dengan hadiahmu.
"Kembalilah kepada mereka, sungguh kami akan
mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya dan
pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan
mereka menjadi tawanan yang tidak berharga."
Utusan itu kembali ke negeri Saba dan menceritakan
pengalaman yang dialami di Yaman kepada Ratu Balqis, sehingga dia berhajat
untuk berjumpa sendiri dengan Sulaiman. Keinginan Ratu Balqis untuk datang itu
diketahui Nabi Sulaiman terlebih dulu. Beliau segera memerintahkan seluruh
tentaranya yang terdiri dari manusia, hewan dan jin untuk membuat persiapan
bagi menyambut kedatangan Ratu Balqis. Nabi Sulaiman kemudian menitahkan untuk
memindahkan singasana Ratu Balqis ke istana beliau. Kisah ini tercantum dalam
Surah An-Naml, berikut ini:
38. Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar,
siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku
sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
39. Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku
akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri
dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi
dapat dipercaya."
40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI-Kitab
"Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip."
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun
berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku
bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya), dan barangsiapa yang bersyukur
maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan
barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."
41. Dia berkata: "Ubahlah baginya singgasananya;
maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang
yang tidak mengenal(nya)."
Manakala Ratu Balqis tiba, ia ditanya oleh Sulaiman:
"Seperti inikah singgahsanamu?" Dengan terperanjat, Ratu
Balqis menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku"
Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke istana Nabi Sulaiman. Namun, ketika
berjalan di istana itu, sekali lagi Ratu Balqis terpedaya, karena menyangka
lantai istana Sulaiman terbuat dari air, sehingga ia menyingkap kainnya.
Firman Allah yang bermaksud: Dikatakan kepadanya;
masuklah ke dalam istana. Maka tatkala dia (Ratu Balqis) melihat lantai istana
itu, dikiranya air yang besar dan disingkapkannya kedua
betisnya.
Berkatalah Sulaiman; "sesungguhnya ia istana
licin yang diperbuat daripada kaca". Berkatalah Balqis; "Ya
Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah
diri bersama Sulaiman dan kepada Allah, Tuhan semesta alam."
Peristiwa itu menyebabkan Ratu Balqis berasa sangat aib dan
menyadari kelemahannya, sehingga dia memohon ampun atas kesilapannya selama ini
dan akhirnya dia diperisterikan oleh Nabi Sulaiman.
Kisah Sulaiman dan tentaranya yang
terdiri daripada manusia, hewan dan jin dalam
menjalankan dakwah Allah terhadap Ratu Balqis. Kematian beliau berlainan dengan
manusia biasa. Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan duduk di kursi, dengan
memegang tongkat sambil mengawasi dan memperhatikan jin yang
bekerja.
HASBI
NAUFAL AFIF
KELAS:
8A
TUGAS:
PAI
Langganan:
Postingan (Atom)